Satu lagi masyarakat Indonesia yang hidup dalam kawasan hutan alam tropis terancam labensraumnya (habitat hidupnya) yaitu etnik To Wana (orang rimba). Etnik To Wana tinggal dan hidup tersebar di dalam kawasan hutan Cagar Alam Morowali Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Tidak diketahui secara persis bagaimana etnik To Wana ini berada dalam hutan. Menurut dugaan sementara mengatakan bahwa sebelum kemerdekaan, suku Wana tundak kepada kekuasaan Kerajaan Ternate, yang secara berkala mereka harus mengirimkan upeti. Melemahnya pengaruh Ternate kepada suku Wana diperkirakan karena semakin menguatnya kerajaan-kerajaan kecil yang berkuasa di pantai Sulawesi. Akhirnya suku Wana tunduk kepada kekuasaan kerajaan Bungku di pantai Selatan, kepada Raja banggai di pantai Timur, kepada kerajaan Tojo di sebelah utara, dan sebelah barat tunduk kepada kerajaan Mori. Belanda masuk ke Sulawesi dengan cara menaklukkan kerajaan-kerajaan kecil lokal di pesisir Sulawesi. To Wana adalah suku yang tidak mau tunduk dengan segala macam aturan pajak yang dikenakan wajib oleh Belanda kepada daerah taklukannya. Sampai sekarang ini To Wana tidak memiliki pemerintahan resmi sesuai aturan negara Indonesia, mereka tidak memiliki KTP, tidak memiliki pemerintahan desa. Tetapi mereka memiliki aturan-aturan adat yang sangat mereka patuhi. Hubungan antar masyarakat dan hubungan dengan hutan serta sumberdaya alam lainya diatur sesuai dengan aturan-aturan adat di antara To Wana sendiri. To Wana yang ada di pesisir sudah mengenal sistem pemerintahan, dan To Wana yang berada dalam kawasan hutan Cagar Alam Morowali masih sesuai dengan aslinyaĆ¢€¦Ć¢€¦merdeka dari tekanan siapapun.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar